Minggu, 07 November 2010

Faktor Resiko dan Pencegahan DBD


A. Faktor Resiko Hipertensi
Risiko adalah ukuran statistik dari peluang untuk terjadinya suatu kedadaan yang tidak di inginkan dimasa datang. Sedangkan faktor resiko adalah suatu keadaan atau ciri tertentu pada seseorang atau kelompok yang mempunyai hubungan dengan peluang terjadinya suatu penyakit, cacat, kematian.

Adapun faktor-faktor yang dapat dimasukkan sebagai risiko hipertensi menurut Bustan (1997) seperti: umur, ras, keadaan geografik, seks, kegemukan, stress, personality tipe A, diet, diabeter melitus, komposisi air, alkohol, rokok, kopi serta pil KB.

B. Pencegahan Secara Umum

Sesuai dengan prinsip pencegahan penyakit secara umum yaitu dibagi atas 3 tiga tingkatan pencegahan.
a. Pencegahan tingkat pertama (primary prevention)
b. Pencegahan tingkat kedua (secondary prevention)
c. Pencegahan tingkat ketiga (tertiary prevention)

Maka untuk pencegahan hipertensi juga dibedakan atas tiga tingkat sesuai dengan prinsip pencegahan penyakit secara umum. Selanjutnya akan diuraikan berikut ini:

1. Pencegahan Primer
Ditujukukan untuk pencegahan terjadinya hipertensi pada individu yang mempunyai risiko yang besar untuk terjadinya hipertensi di kemudian hari. Misalnya faktor resiko untuk terjadinya hipertensi antara lain adanya konsumsi garam yang berlebihan, kegemukan dan lain sebagainya. Maka sebagai usaha yang dilakukan pada pencegahan tingkat pertama ini yaitu dengan cara mengatur diet agar badan tidak gemuk. Merubah kebiasaan makan sehari-hari dengan konsumsi garam rendah, menghindari ketergantungan, tidak merokok atau menghentikan rokok dan memberikan penyuluhan kepada mereka yang merokok agar mereka terhindar dari bahaya yang ditimbulkan rokok dan menciptakan kawasan bebas rokok.

b. Pencegahan Sekunder
Dilakukan terhadap individu yang telah diketahui adanya penderita hipertensi. Dilakukan secara menyeluruh terhadap penderita baik dengan obat-obatan maupun dengan tindakan seperti yang dilakukan pada pencegahan primer. Pada pencegahan sekunder ini adalah mengusahakan untuk mengurangi komplikasi yang mungkin timbul dengan cara mengendalikan tekanan darah agar supaya tekanan darahnya dapat selalu dikontrol agar tetap normal dan stabil.

c. Pencegahan Tertier
Pencegahan tertier yaitu usaha untuk mengembalikan organ yang rusak akibat komplikasi dari hipertensi kepada keadaan semula. Dengan demikian diharapkan agar organ tubuh yang terkena akibat komplikasi tersebut, misalnya: kelumpuhan diusahankan agar supaya dapat berfungsi semaksimal mungkin sehingga ketergantungan akibat hipertensi dapat dikurangi.

3 komentar:

  1. judul sama isi gag nyambung

    BalasHapus
  2. ingin wujudkan impian anda , raih kesempatan dan menangkan ratusan juta rupiah hanya di ionqq,silakan invite
    pin bb#58ab14f5

    BalasHapus
  3. ayo bergabung diajoqq , silakan coba keberuntungan anda disini dan menangkan ratusan juta rupiah,hadiah menantikan
    anda silakan bergabung invite pin bb#58cd292c

    BalasHapus